Betapa Bahagianya Ketika Punya Keluarga Yang Utuh

Pernah gak kalian terbayang ketika ingin menikah masih ada orang tua yang membantu ngebiayain pernikahan kalian, demi ngebahagiain anak kesayangannya, tentunya orang tua tidak pernah berfikir berapapun besar biaya yang akan dikeluarkan demi acara pernikahan anak kesayangannya, karena beliau selalu berfikir yang penting anak gue seneng dan bahagia. Itulah orang tua kita.

Tapi pernahkah kalian berfikir untuk sekali saja membahagiakan orang tua kalian??

Keluarga bahagia

Cerita ini sebenarnya menjurus ke pribadi saya sebagai penulis cerita ini. Sebenarnya saya ini sangat iri dengan kalian yang masih mempunyai kedua orang tua (Ibu dan Ayah). Bisa hidup bahagia berdampingan dengan keluarga yang masih lengkap, kalian bisa bercanda, ngobrol dengan keluarga di dalam satu atap rumah, betapa bahagianya kalian yang merasakan itu.

Berbeda dengan saya yang sudah tidak lagi mempunyai keluarga yang utuh, karena sejak pertengahan agustus tahun 2014 saya ditinggal untuk selamanya oleh sang ayah karena beliau telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Dan sejak saat itu saya hanya tinggal bersama seorang ibu yang sangat saya sayang.

Ibu saya saat ini juga sudah rentan usianya dan juga memiliki penyakit mata (katarak) karena penyakitnya itu beliau jadi tidak bisa masak seperti dahulu lagi. Bahkan untuk penglihatannya pun juga sudah sangat terganggu, walau hanya berjarak 1 meter beliau tidak bisa melihat apa yang ada di hadapannya.

Update: Saat ini Mata ibu saya penglihatannya sudah kembali normal karena sudah dioperasi. Saya sangat berterima kasih kepada SidoMuncul yang sudah mengadakan program gratis operasi mata katarak, dan juga kepada Rumah Sakit Adhyaksa saya ucapkan terima kasih sudah membantu operasi mata ibu saya yang sebelahnya lagi tanpa biaya.

Saat itu ketika saya ingin makan pun harus membeli, karena saya tidak bisa memasak (bisa masak mie dan telur saja). Begitulah keadaan yang setiap hari harus saya jalankan. Untuk bisa mempertahankan hidup kami, saya harus bekerja, saat ini saya hanya bekerja sebagai karyawan biasa di suatu perusahaan yang suatu saat nanti saya bisa dikeluarkan dari perusahaan tersebut (ntah karena masa kontraknya yang habis maupun perusahaannya yang bangkrut).

Tetapi semua itu harus saya jalankan dengan hati yang ikhlas, dan saya selalu bersyukur sampai saat ini saya masih bisa bertahan hidup dengan ibu saya meski dalam keadaan yang pas-pasan.

Sebenarnya saat masih ada bapak saya, keluarga saya ini bisa dikatakan keluarga yang berkecukupan (alhamdulillah), tetapi semua berubah drastis sejak tahun 2014 lalu, dan dikarenakan kakak-kakak saya sudah pada menikah dan sudah punya kehidupan dengan keluarganya masing-masing jadi saat ini saya hanya tinggal berdua dengan ibu saya saja.

Di keluarga ini hanya saya saja yang belum menikah, umur saya saat menulis ini sudah hampir mendekati 24 tahun dan ingin sekali merasakan menikah seperti teman-teman saya.

Mungkin karena biaya yang menjadi penghambat saya untuk menikah saat ini. Karena penghasilan saya saat ini hanya mampu untuk makan saya dan ibu saya.

Saya selalu ingat pesan dari almarhum bapak saya yang mengatakan, hidup harus selalu bersyukur dan tidak lupa untuk memanjatkan doa kepada Allah. Meski terkadang rasa iri ini suka datang karena tidak punya keluarga yang lengkap tapi saya selalu bersyukur atas rezeki yang saat ini saya terima (Alhamdulillah ya Allah) dan masih bisa melihat ibu saya tersenyum.

Sampai di sini dulu yaa cerita saya, pesan dari saya tetaplah berdoa dan bersyukur atas nikmat yang telah allah(tuhan) berikan kepada anda/kalian saat ini.

Nantikan cerita saya selanjutnya yang bisa anda baca di mata-kalong.blogspot.com

Dapatkan Artikel Spesial Terbaru via email:

2 Responses to "Betapa Bahagianya Ketika Punya Keluarga Yang Utuh"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel